Analisis Neraca Air dan Pergeseran Jadwal Tanam di Daerah Irigasi Cimandiri

       Dewi Ayu Sofia, Hari Wibowo, Noneng Nursila

Abstract


Neraca air didefinisikan sebagai selisih antara jumlah air yang diterima oleh tanaman dengan air yang dibutuhkan tanaman untuk penyiapan lahan dan pertumbuhan. Air yang diterima oleh tanaman dalam hal ini berkaitan dengan ketersediaan air yang ada di bendung. Tujuan dari analisis neraca air adalah untuk mengetahui jumlah air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan tanaman dalam kondisi berlebih (surplus) atau kekurangan (defisit) di Daerah Irigasi Cimandiri. Ketersediaan air ditentukan berdasarkan data debit terukur di Sungai Cimandiri, sedangkan kebutuhan air ditentukan berdasarkan jumlah air yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan memproduksi secara optimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan intensitas tanam 225% dan pola tanam eksisting di lokasi penelitian, ketersediaan air pada Bendung Cimandiri mengalami defisit atau kekurangan air. Oleh karena itu, dibuatlah alternatif berupa pergeseran jadwal awal musim tanam. Pergeseran dilakukan setiap setengah bulan pada bulan-bulan dengan debit besar. Status neraca air pada alternatif yang telah dibuat, menunjukan nilai yang positif atau kondisi surplus. Namun, jika ditinjau dari segi intensitas tanam ada beberapa alternatif yang intensitas untuk tiap musim tanamnya berbeda dengan kondisi eksisting. Hal ini dirasa kurang efektif karena intensitas tanam yang diperoleh masih belum optimum. Alangkah baiknya jika disertai dengan analisis optimasi untuk memperoleh intensitas tanam dan keuntungan yang optimum bagi para petani.


  http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v4.i2.2019.%25p

Keywords


kebutuhan air; ketersediaan air; neraca air; DI Cimandiri

Full Text:

  PDF

References


G. Widayanto, Suyanto, A.Y. Muttaqien, “Analisis Keseimbangan Air pada Bendung Brangkal guna Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi pada Daerah Irigasi Siwaluh Kabupaten Karanganyar”, Jurnal Matriks Teknik Sipil, vol. 3, pp. 133-140, Maret 2015.

I. K. Sari, L. M. Limantara, D. Priyantoro, “Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air pada DAS Sampean”, Jurnal Teknik Pengairan, vol. 3, pp. 29-41, Juni 2012.

A. Nurkholis, Y. Widyaningsih, dkk. “Analisa Neraca Air DAS Sembung, Kabupaten Sleman, DIY (Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Kekritisan Air).

Z. Zulkipli, W. Soetopo, H. Prasetijo, “Analisa Neraca Air Permukaan DAS Renggang untuk Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi dan Domestik Penduduk Kabupaten Lombok Tengah”, Jurnal Teknik Pengairan, vol. 3, pp.87-96, Desember 2012.

F. Djufry, “Pemodelan Neraca Air Tanah untuk Pendugaan Surplus dan Defisit Air untuk Pertumbuhan Tanaman Pangan di Kabupaten Merauke, Papua”, Informatika Pertanian, vol. 21, pp.1-9, Juli 2012.

Departemen Pekerjaan Umum, “Standar Perencanaan Perencanaan Jaringan Irigasi KP-01”, Direktorat Jenderal Pengairan, 2013.

S. H. Brotowiryo, Hidrologi: Teori, Masalah dan Penyelesaian, Yogyakarta: Nafiri Offset, 2009.

C.D. Soemarto, Hidrologi Teknik, Surabaya: Usaha Nasional, 1987.




DOI: http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v4.i2.2019.%25p
Abstract 7 View    PDF viewed = 5 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.