Kajian Aspek Ergonomi pada Laboratorium Komputer untuk Meningkatkan Kenyamanan Belajar Siswa

       Dene Herwanto, Asep Erik Nugraha, Kusnadi Kusnadi

Abstract


Sebagai salah satu fasilitas pembelajaran, laboratorium komputer perlu dirancang sebaik-baiknya dengan memperhatikan aspek ergonomi, sehingga kenyamanan dan motivasi belajar siswa menjadi lebih baik serta prestasi yang setinggi-tingginya dapat tercapai. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji aspek-aspek ergonomi dalam ruang laboratorium komputer RPL di SMK Plus Laboratorium Indonesia Karawang. Data yang diperlukan adalah data kenyamanan belajar siswa yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner, serta data kenyamanan termal, kebisingan, dan pencahayaan yang diperoleh melalui pengukuran langsung. Data tersebut selanjutnya diolah, dikaji, dan dievaluasi berdasarkan standar dan peraturan yang berlaku. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa tidak nyaman terhadap kondisi termal dan pencahayaan yang ada. Selain itu juga diperoleh hasil bahwa kondisi termal dan pencahayaan berada di bawah standar yang ada, sedangkan kondisi kebisingan masih menenuhi standar. Dengan demikian, pihak manajemen sekolah perlu melakukan perbaikan terhadap kondisi termal dan pencahayaan dalam laboratorium komputer agar tingkat kenyamanan belajar siswa menjadi lebih baik.


  http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v3.i1.2018.1-10

Keywords


ergonomi; kenyamanan belajar; kenyamanan termal; kebisingan; pencahayaan

Full Text:

  PDF

References


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

L. Susanti dan N. Aulia, “Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Sekolah SMA Negeri di Kota Padang”, Jurnal Optimasi Sistem Industri, vol. 12, no. 1, hal. 310-316, April 2013.

I. Widiastuti, “Tinjauan Prinsip-prinsip Ergonomi dalam Perbaikan Sarana Pembelajaran di Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNS”, Performa UNS Surakarta, vol. 5, no. 1, hal.87-92, Maret 2006.

G. Santoso, “Stasiun Kerja Komputer Secara Ergonomis untuk Kegiatan Belajar di Kelas”, Jurnal Teknik Waktu, vol. 9, no. 02, hal. 62-65, Juli 2011.

E. Poerwanto dan Gunawan, “Perancangan Ruang Laboratorium Perawatan Pesawat Terbang yang Memenuhi Aspek Ergonomi untuk Mendukung Perolehan Lisensi di Bidang Penerbangan Bagi Mahasiswa”, Angkasa, vol. 5, no. 2, hal. 43-58, November 2013.

I. A. S. Adnyani. Layout Proyektor LCD yang Ergonomis pada Ruang Kuliah Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram. Dielektrika, Vol.2 No.1, hal: 1-5, Februari 2015.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

K. C. Pandiangan, L. N. Huda, dan A. J. M. Rambe, “Analisis Perancangan Sistem Ventilasi dalam Meningkatkan Kenyamanan Termal Pekerja di Ruangan Formulasi PT XYZ”, e-Jurnal Teknik Industri FT USU, vol. 1, no. 1, hal. 1-6, Januari 2013.

I. Purwanti, Poerwanto, dan D. Wahyuni, “Analisa Pengaruh Pencahayaan Terhadap Kelelahan Mata Operator di Ruang Kontrol PT. XYZ”, e-Jurnal Teknik Industri FT USU, vol. 3, no. 4, hal. 43-48, November 2013.

D. Fredianta G., L. N. Huda, dan E. Ginting, “Analisis Tingkat Kebisingan untuk Mereduksi Dosis Paparan Bising di PT. XYZ”, e-Jurnal Teknik Industri FT USU, vol. 2, no. 1, hal. 1-8, Mei 2013.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 Tahun 2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja.

SNI 16-7063-2004 tentang Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan lengan dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja.

Keputusan Menteri Negara KLH nomor 94/MENKLH/1992 tentang Baku Mutu Kebisingan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v3.i1.2018.1-10
Abstract 294 View    PDF viewed = 138 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.