Desain Gating System dan Parameter Proses Pengecoran untuk Mengatasi Cacat Rongga Poros Engkol

Full Text Preview
Download PDF

Abstract

Teknologi pengecoran logam merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam sektor industri pengolahan logam. Pada proses pengecoran poros engkol menggunakan besi cor nodular (FCD 700) juga terkadang timbul cacat pengecoran, salah satunya adalah cacat penyusutan (macro shrinkage). Cacat penyusutan terjadi karena rongga atau lubang yang terbentuk akibat pengecilan volume ketika logam mengalami pembekuan. Pada saat proses pembekuan logam, tiap bagian coran yang berbeda bentuknya atau dimensinya memiliki kecepatan pembekuan yang berlainan. Pada umumnya, cacat penyusutan terjadi pada bagian yang paling tebal dengan laju pembekuan yang paling lambat dan daerah cacat biasanya dikelilingi oleh krital-kristal dendrite yang terjadi pada saat pembekuan logam. Salah satu solusi untuk mendapatkan produk poros engkol yang  bebas dari cacat penyusutan adalah dengan melakukan optimasi desain gating system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang dibuat masih menghasilkan cacat berupa rongga penyusutan. Hal ini terjadi karena belum optimalnya desain sistem saluran yang telah digunakan.

Keywords

macro shrinkage desain gating system simulasi komputer

References

W. O. Alexander, Dasar Metalurgi Untuk Rekayasawan, PT. Gramedia Utama, 64-66, 1990
Pratomo S. B., Analisis Simulasi Komputer Pengecoran untuk Meminimalkan Cacat Coran, Journal Metal Indonesia Vol. 024, pp. 23-30, 2002
Basuki E. A., Teknik Pengecoran, Option Metallurgi ITB, 2004
David Sparkman, Offseting Macro-Shrinkage in Ductile Iron, Ductile Iron News, Foseco Metallurgical, Inc., 2001

How to Cite

[1]
“Desain Gating System dan Parameter Proses Pengecoran untuk Mengatasi Cacat Rongga Poros Engkol”, JTERA, vol. 2, no. 1, pp. 55–62, Jun. 2017, doi: 10.31544/jtera.v2.i1.2017.55-62.