Pengaruh Badai Tropis Cempaka Terhadap Kejadian Tanah Longsor di Kabupaten Bantul Yogyakarta

       Sri Aminatun, Dinia Anggraheni

Abstract


Siklon tropis Cempaka yang terjadi pada 28 dan 29 November 2017 menyebabkan bencana di semua kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Bantul adalah kabupaten yang paling selatan dan berdekatan dengan Samudra Indonesia ini menjadi daerah yang paling banyak terkena dampak bencana ini. Siklon tropis tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar pada daerah-daerah yang dilaluinya, seperti angin kencang, hujan lebat, tanah longsor, banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai. Kejadian tanah longsor sebagian besar disebabkan oleh curah hujan yang meninggi ditambah dengan stabilitas tanah yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh curah hujan selama terjadi siklon Cempaka terhadap kejadian bencana tanah longsor di Kabupaten Bantul agar dapat dipergunakan untuk melakukan mitigasi bencana badai sklon tropis apabila terjadi lagi di waktu yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk memberikan gambaran jelas tentang pengaruh curah hujan selama terjadi Siklon Tropis Cempaka terhadap kejadian tanah longsor. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana tanah longsor selama Siklon Tropis Cempaka mengalami peningkatan. Selain itu, penelitian ini menghasilkan basis data yang akan dipergunakan untuk melakukan rencana mitigasi bencana.


  http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v3.i1.2018.105-114

Keywords


siklon tropis; curah hujan; tanah longsor; mitigasi

Full Text:

  PDF

References


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pusat Data Logistik dan Opersional (Pusdalops) Kabupaten Bantul, 2017.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), “Analisis Hujan November 2017 dan Prakiraan Hujan Januari, Februari, Maret 2018 D.I. Yogayakarta”, Buletin Prakiraan Hujan Bulanan, Edisi Desember 2017.

Undang-Undang Republik Indonesia No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

United Nation-International Strategi for Disaster Reduction (UN-ISDR), Panduan untuk Mengimplementasikan Kerangka Kerja Sendai, 2007

Sani, Lusi Fitrian dan Marzuki, “Pengaruh Badai Tropis Haiyan terhadap Pola Hujan di Indonesia”, Jurnal Fisika Unand Vol.4 No.2. April 2015. ISSN 2302-8491.

Prasetya, Ratih; As’ari; Dayantolis, Wan, “Analisis Dampak Siklon Tropis Nangka, Parma dan Nida pada Distribusi Curah Hujan di Sulawesi Utara”, Jurnal Fisika dan Aplikasinya (JFA), Vol.10, No.1, 2014.

Haryani, Nanik Suryo dan Zubaidah, Any, “Dinamika Siklon Tropis di Asia Tengggara Mengunakan Data Pengindraan Jauh”, Majalah Ilmiah Widya, Tahun 29 Nomor 324, September-Oktober 2012.

Rahman, Hilma Nurul Fauzia, “Dampak Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia terhadap Wilayah Bali, Senior Forecaster BBMKG Wilayah III Denpasar”, 2012, Available:

http://balai3.denpasar.bmkg.go.id/bbmkg3_pdf_files/11122017060450.pdf. [Online]. Diakses pada Januari 2018.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Cyclone Name, 2017 Available: http://meteo.bmkg.go.id/siklon/name. [Online]. Diakses pada Januari 2018.

Aminatun, Sri, Kajian Longsor Kabupaten Bantul: World Bank, 2013.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Peta Administrasi Kabupaten Bantul. Bantul: BPBD, 2013.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), 2017, Telegram: @infobmkg diakses 17 Januari 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.31544/jtera.v3.i1.2018.105-114
Abstract 363 View    PDF viewed = 180 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.