Analisis Stabilitas Jalan dan Dinding Penahan Tanah di Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi

Full Text Preview
Download PDF

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bencana alam sangatlah rendah, salah satunya yaitu bencana longsor. Masih banyaknya masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi lereng yang secara terus- menerus mengalami kelongsoran, dimana terjadinya kelongsoran dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar. Kelongsoran lereng pada penelitian ini terjadi di jalan Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Dampak dari longsor tersebut memutuskan akses jalan utama antar desa. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan dari lereng dan mendapatkan solusi penanggulangan untuk lereng. Analisis yang digunakan yaitu analisis stabilitas lereng dengan metode fellenius, dan bishop. Pengolahan data tanah dilakukan di lapangan dan laboratorium dan mendapatkan hasil untuk lapis 1 yaitu Gamma (?) = 14 kN/m3, Sudut geser (Ø) = 25 derajat, Kohesi (c) = 2 kN/m2, dan untuk lapis 2 : Gamma (?) = 14 kN/m3, Sudut geser (Ø) = 30 derajat, Kohesi (c) = 10 kN/m2. Hasil analisis didapatkan nilai faktor keamanan dengan metode fellenius sebesar 1,1 (tidak aman), dengan metode bishop faktor keamanan sebesar 1,203(tidak aman). Setelah dilakukan alternatif penanganan dengan perhitungan manual didapat nilai faktor guling = 3,515, faktor geser = 2,69, faktor eksentrisitas 0,65 dan faktor keamanan daya dukung = 6,074, maka dengan penambahan dinding penahan tanah tipe gravitasi nilai faktor keamanan lereng menjadi meningkat.

Keywords

Stabilitas Lereng Metode Fellenius Metode Bishop

References

Fitri, A. N. (2015). Perilaku Tanggap Bencana Dalam Program Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di Banjarnegara. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 95–105.
Adiyoso W., (2018). Manejemen Bencana, Jakarta: Bumi Aksara.
Rinjani, I., Anwar, S., Herdiana, R. (2023). Pengelompokan Daerah Bencana Alam Menggunakan Algoritma K-Means Clustering. JUISIK, 3(1), 35–51. http://journal.sinov.id/index.php/juisik/index
Mau, J., Rasidi, N., & Hanggara, I. (2017). Studi Penentuan Faktor Keamanan Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Fellenius dan Metode Bishop Pada Dinding Penahan Batu Kali Jl. Raya Beji Puskesmas Kota Batu. EUREKA: Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil Dan Teknik Kimia, 1 No. 2. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/teknik/article/view/889
Djunaedi, R. R. (2020). Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi (Studi Kasus : Sdn Lio, Kecamatan Cireunghas). Jurnal Student Teknik Sipil Edisi, 1(2), 55–64. https://jurnal.ummi.ac.id/index.php/JSTS/article/view/668/556
Aprianti, E., Pujiastuti, H., Isfanari, I., & Rahmawati, E. (2021). Faktor Keamanan Lereng Jalan Raya Pusuk Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Menggunakan Metode Fellenius Dan Bishop. Spektrum Sipil, 8(1), 55–62. https://doi.org/10.29303/spektrum.v8i1.201
Pangemanan, V. G. M., Turangan, A. E., & Sompie, O. B. A. (2014). Analisis Kestabilan Lereng Dengan Metode Fellenius. Jurnal Sipil Statik, 2(1), 37–46.
Setiawan, Hendra. (2011). Perbandingan Penggunaan Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever dan Gravitasi dengan Variasi Ketinggian Lereng, Journal Teknik Sipil dan Infrastruktur Vol. 1 No.2 Hal.89-93.
Hardiyatmo, Christady. (2003), Mekanika Tanah II Edisi 3. Hal. 189-219, 359-371. Yogyakarta : Gadjah Mada Universitypress.
Bishop, A.W., 1955. The Use of Slip Surface in The Stability of Analysis Slopes, Geotechnique, Vol 5. London

How to Cite

[1]
“Analisis Stabilitas Jalan dan Dinding Penahan Tanah di Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi”, JTERA, vol. 9, no. 1, pp. 41–48, Dec. 2024, doi: 10.31544/jtera.v9.i1.2024.41-48.