Pengembangan Alat Penanggulangan Air Lindi Melalui Reaktor Biofilter

Full Text Preview
Download PDF

Abstract

Surat kabar Suara Pembaruan yang berafiliasi dengan beritasatu.com mengabarkan bahwa pada tanggal 8 Juni 2012 Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang telah melakukan uji laboratorium sampel air sungai yang menjadi muara pembuangan air lindi TPSA Cilowong. Hasil uji menyatakan bahwa air sungai tidak memenuhi baku mutu yang ditentukan dimana kadar BOD sebesar 297,6 mg/L melebihi ambang batas yang di persyaratkan yakni 150 mg/L, begitupun dengan kadar COD sebesar 688,05 mg/L melebihi ambang batas yang diijinkan sebesar 300 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe instalasi peralatan pengolah air lindi dalam skala laboratorium yang dilakukan dengan metode eksperimental sebagai upaya mencari alternatif solusi permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menghasilkan prototipe instalasi pengolahan air lindi berupa reaktor biofilter yang ditambahkan filter canister dengan sistem operasi batch. Instalasi ini bukan hanya mampu menghasilkan air lindi hasil olahan yang memenuhi baku mutu akan tetapi juga bisa mengurangi kadar polutan air lindi secara signifikan sebesar 89%. Dengan menggunakan zat koagulan berupa tawas (alumunium sulfat) sebesar 2 gr/L, kadar BOD pada air lindi dapat diturunkan dari 417,5 mg/L menjadi 45,5 mg/L. Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) air lindi yang sebelumnya sebesar 912,86 mg/L mampu diturunkan menjadi 95,68 mg/L.

Keywords

air lindi biofilter BOD (Biological Oxygen Demand) COD (Chemical Oxygen Demand)

References

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Jakarta, 2008.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017, Jakarta, 2017.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.0/4/2018, Jakarta, 2018.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, “Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 2017,†Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 2018.
K. Kaur, S. Mor, and K. Ravindra, “Removal of Chemical Oxygen Demand from Landfill Leachate using Cow-dung Ash as a Low-cost Adsorbent,†Journal of Colloid and Interface Science, vol. 469, pp. 338-343, 2016.
Suara Pembaruan, “Limbah Cair Sampah di TPSA Cilowong tidak Memenuhi Baku,†http://sp.beritasatu.com, Jakarta, 2012.
M. Hadiwidodo and W. Oktiawan, “Pengolahan Air Lindi dengan Proses Kombinasi Biofilter Anaerob-Aerob dan Wetland,†Jurnal Presipitasi, vol. 9, no. 2, pp. 84-95, 2012.
A. Sato, P. Utomo, and H. S. B. Abineri, “Pengolahan Limbah Tahu Secara Anaerobik-Aerobik Kontinyu,†Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III, Surabaya, 2015.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, 2016.
A. F. Rusydi, D. Suherman, and S. Sumawijaya, “Pengolahan Air Limbah Tekstil Melalui Proses Koagulasi–Flokulasi Dengan Menggunakan Lempung Sebagai Penyumbang Partikel Tersuspensi (Studi Kasus: Banaran, Sukoharjo dan Lawean, Kerto Suro, Jawa Tengah),†Arena Tekstil, vol. 31, no. 2, 2017.
N. W. Yuningrat, “Degradasi Pencemar Organik dalam Lindi dengan Proses Oksidasi Lanjut,†Jurnal Sains & Teknologi Universitas Pendidikan Ganesha, vol. 1 no. 2, 2012.
T. E. Agustina, A. Bustomi, and J. Manalaoon, “Pengaruh Konsentrasi TiO2 dan Konsentrasi Limbah pada Proses Pengolahan Limbah Pewarna Sintetik Procion Red dengan Metode UV/Fenton/TiO2,†Jurnal Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, vol. 22, no. 1, pp. 65-72, 2016.

How to Cite

[1]
“Pengembangan Alat Penanggulangan Air Lindi Melalui Reaktor Biofilter”, JTERA, vol. 6, no. 1, pp. 41–52, Jun. 2021, doi: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.41-52.